Senin, 20 Februari 2017

SEJARAH SENI BELADIRI PENCAK SILAT JATAYU ALIRAN PLERET

SEJARAH SENI BELADIRI PENCAK SILAT JATAYU ALIRAN PLERET















     Aliran ini adalah olah kanuragan gerak beladiri yang diciptakan melalui suasana alam semesta dan isinya. Olah kanuragan ini dimasa dahulu kala, pada zaman kerajaan majapahit mulai dikenal dengan gerak pleret yang dimiliki dan dipelajari oleh sespuh patih "Gajah Mada" sebagai panglima perang yang mana beliau memiliki/belajar pada sesepuh Yai Panunggal. Dalam belajar olah kanuragan berteman yang bernama sesepuh Singolawe. Pada masa runtuhnya kerajaan Majapahit, Gajah Mada wafat dan tak seorang pun beliau menurunkan dan mengajarkan olah kanuragan tersebut dalam pengembaraannya dan beliau mengajarkan seluruh kemampuan yang dimiliki secara perorangan dengan suatu harapan yang diamalkan akan tidak hilang dimasa akan datang.
     Dalam masa penjajahan Belanda olah kanuragan ini dilarang untuk diajarkan dan dimiliki oleh orang pribumi, setiap ada kelompok yang berlatih olah kanuragan selalu dibubarkan dan dikejar-kejar karena pada waktu itu ada sekelompok pemuda desa yang memiliki olah kanurgan selalu mengacau patroli-patroli Belanda, oleh sebab itu banyak orang-orang pribumi ditangkap, disiksa secara tangan terikat lalu ditarik pakai kuda, juga banyak ditembak mati. Belanda mengecap kelompok ini sebagai gerombolan dan perampok.
     Olah kanuragan ini lambat laun tidak berkembang dan hampir punah/musnah, secara sembunyi-sembunyi mereka belajar dan menekuni olah kanuragan ini dengan jumlah orang yang sangat terbatas. Dari generasi olah kanuragan ini hampir musnah. Kebetulan salah satu pewaris (ntah generasi berapa) dalam penjajahan Jepang beliau mengajarkan kepada pemuda-pemuda desa di Jawa Tengah yaitu yang bernama Mangun Negoro dan diturunkan pada sesepuh Soebarni Ponco Sekti cikal bakal perguruan seni beladiri Pencak Silat Jatayu dengan aliran pleretnya. Untuk perkembangan aliran pleret dibentuk lah olah kanuragan yang disebut Jatayu. Diwilayah Sumatra Selatan ditindak lanjuti oleh salah satu muridnya yaitu Bambang Semeidi pada tahun 1979, Perguruan Jatayu aktif melatih dan mendidik pemuda-pemudi diwilayahnya yaitu Sumatra Selatan,Palembang. Dengan minatnya oemuda-pemudi belajar mengenal olah kanuragan beladiri pleret, maka dengan kesepakatan bersama pada tanggal 15 Mei 1981 dibentuk susunan pengurus yang mana Bambang Semeidi menjadi Guru Besar dari Perguruan Jatayu dan terdaftar pada IPSI padatanggal 12 Mei 1982 di Palembang.
     Puji syukur kehadirat tuhan dalam perkembangannya seni olah kanuragan ini yang bernama Seni Beladiri Pencak Silat Jatayu cukup mendapat aspirasi dari generasi muda khususnya anggota untuk mencapai prestasi dalam belajar dan mengikuti kejuaraan antar kecamatan antar perguruan dan antar daerah yang diselenggarakan oleh IPSI.
     Sekiranya tuhan dapat melimpahkan naungannya menuju keberhasilan yang kami inginkan dan cita-cita bersama untuk membina, mewariskan budaya nenek moyang pada generasi muda menuju keteladanan yang baik.
     Arti dari JATAYU sebagai berikut :
JA   : Tegak
TA   : Hening, Bersih (Suci)
YU  : Batin 

     Yang artinya selagi hidup berjalanlah kepada kebenaran dan kesucian batin, tegar (kokoh) dalam melaksanakan kejujuran dan kebaikan .

Pantun Leluhur :
Semut berbaris begaikan tali 
Panjang melengkung selalu teratur 
Sapaan dan senyuman selalu bertemu
Bila terganggu gajah pun akan berlari

     Adapun pantun ini petuah/nasehat pada generasi muda-mudi yang mengenal olah kanuragan aliran pleret. Dari pantun tersebut tersimpul sifat gotong royong, sifat ramah tamah, sifat kerja sama, sifat disiplin dan sifat kejujuraan.

niat gabung hub : 08993795103
follow intagram : @adit.yaum


0 komentar:

Posting Komentar